Minggu, Februari 03, 2013

Tafsir Al-Quran S. ‘Abasa (80):24-42 (of 42) #2

​​​​​ ۞ بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْــمِ ۞

۞ فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ ۞

(80:24) "Fal yanzhuril insaanu" (maka hendaklah manusia merenungkan), yakni maka hendaklah orang kafir, yaitu 'Utbah bin Abi Lahb merenungkan. "Ilaa tho'aamih" (makanannya), yakni rezeki yg dimakannya, bagaimana ia berubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya hingga bisa dimakan. Kemudian Allah Ta'ala Menjelaskan perubahan itu dgn Firman-Nya:

۞ أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ۞

(80:25) "Annaa shobabnal maa-a shobbaa" (sesungguhnya Kami telah Mencurahkan air dgn benar2), yakni Kami telah Mencurahkan hujan ke bumi dgn benar2 mencurah.

۞ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا ۞

(80:26) "Tsumma syaqoqnaa" (kemudian Kami Merekahkan), yakni membelah. "Al-ardlo syaqqoo" (tanah dgn sebaik-baiknya), yakni terbelah dgn tumbuh2an.

۞ فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ۞

(80:27) "Fa ambatnaa fiihaa" (lalu Kami Tumbuhkan padanya), yakni pada tanah itu. "habbaa" (biji-bijian), yakni segala macam biji-bijian.

۞ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ۞

(80:28) "Wa 'inaban" (anggur), yakni pohon anggur. "Wa qadlbaa" (dan sayur-mayur yg segar), yakni dan pohon qatt. Menurut yg lain, pohon rathbah.

۞ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ۞

(80:29) "Wa zaituunan" (dan zaitun), yakni pohon zaitun. "Wa nakhlaa" (serta kurma), yakni pohon kurma.

۞ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ۞

(80:30) "Wa hadaa-iqo" (dan kebun-kebun) yg dikelilingi pepohonan dan pohon kurma. "Ghulbaa" (yg lebat), yakni yg rimbun menjulang.

۞ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ۞

(80:31) "Wa faakihatan" (dan buah-buahan), yakni dan aneka macam buah-buahan. "Wa abbaa" (serta rerumputan). Menurut yg lain, jerami.

۞ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ۞

(80:32) "Mataa'al lakum" (untuk kesenangan kalian), yakni manfaat biji-bijian dan lain sebagainya adalah untuk kalian. "Wa li an'aamikum" (dan ternak-ternak kalian) berupa rerumputan.

۞ فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ ۞

(80:33) "Fa idzaa jaa-atish shaakh-khoh" (maka apabila datang suara keras yg memekakkan telinga), yakni pada hari kiamat. Segala sesuatu menjadi sadar, tunduk, patuh, dan merespons suara keras yg memekakkan telinga itu. Semua makhluk berserah diri dan mereka pun tahu bahwa hal itu benar2 terjadi. Kemudian Allah Ta'ala Menjelaskan kapan hal itu akan terjadi.

۞ يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ۞

(80:34) "Yauma yafirrul mar-u" (pada hari seseorang lari), yakni seorang Mukmin menjauh. "Min akhiih" (dari saudaranya) yg kafir.

۞ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ ۞

(80:35) "Wa ummihii" (dan ibu), yakni dan ia menjauh dari ibunya. "Wa abiih" (serta bapaknya), yakni dan ia pun menjauh dari bapaknya.

۞ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ ۞

(80:36) "Wa shoohibatihii" (dan istri), yakni dan ia menjauh dari istrinya. "Wa baniih" (serta anak-anaknya), yakni dan ia pun menjauh dari anak-anaknya. Menurut satu pendapat, Habil menjauh dari Qabil; Nabi Muhammad saw. menjauh dari ibunya, Aminah; Ibrahim a.s. menjauh dari bapaknya; Luth a.s. menjauh dari istrinya, Wa'ilah; serta Nuh a.s. menjauh dari putranya, Kan'an.

۞ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ ۞

(80:37) "Li kullimri-im minhum yauma-idzin" (setiap orang di antara mereka pada hari itu), yakni pada hari kiamat. "Sya'nuy yughniih" (disibukkan oleh urusannya sendiri), yakni disibukkan oleh urusannya sendiri, (hingga tidak mempedulikan) orang lain.

۞ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ۞

(80:38) "Wujuuhun" (ada wajah-wajah), yakni wajah-wajah kaum Mukminin yg benar dalam keimanannya. "Yauma-idzin" (pada hari itu), yakni pada hari kiamat. Mushfirah (yang bercahaya), yakni bercahaya karena Keridaan Allah Ta'ala kepadanya.

۞ ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ ۞

(80:39) "Dloohikatun" (tertawa), yakni terkagum-kagum dgn kemuliaan yg Dianugerahkan Allah Ta'ala kepadanya. "Mustabsyirah" (gembira), yakni bersukacita dgn pahala dari Allah Ta'ala.

۞ وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ ۞

(80:40) "Wa wujuuhun" (dan ada pula wajah-wajah), yakni wajah-wajah kaum munafikin dan kafirin. "Yauma-idzin" (pada hari itu), yakni pada hari kiamat. "'Alaihaa ghobaroh" (tertutup debu).

۞ تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۞

(80:41) "Tarhaquhaa" (diliputi), yakni diselubungi dan ditutupi. "Qotaroh" (oleh kegelapan), yakni oleh kesedihan dan kemurungan.

۞ أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ۞

(80:42) "Ulaa-ika" (mereka), yakni si pemilik gambaran tersebut. "Humul kafarotu" (adalah orang-orang yang kafir) kpd Allah Ta'ala. "Al-fajaroh" (lagi durhaka), yakni mendustakan Allah Ta'ala.

---------------------------------------------------
Tafsir: Ibn Abbas, Penerbit Diponegoro.
Arabic: www.mosquelife.com.
http://tjandrakurniawan.blogspot.com
# Alhamdulillah

Al-Quran Tafsir S. ‘Abasa (80):1-23 (of 42) #1

​​​​​ ۞ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ ۞

​​​​​ ۞ عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ ۞
(80:1) "'Abasa" (dia bermuka masam), yakni Nabi saw. bermuka masam. "Wa tawallaa" (dan berpaling), yakni memalingkan muka.

​​​​​ ۞ أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ ۞
(80:2) "An jaa-ahul a'maa" (ketika seorang tuna netra datang kepadanya), yakni ketika 'Abdullah bin Ummi Maktum datang kepadanya. Nama asli Ummi Maktum adalah 'Abdullah bin Syuraih, sedang Ummi Maktum sendiri adalah nama ibu bapaknya. Peristiwa ini terjadi ketika Nabi saw. tengah duduk bersama tiga pembesar Quraisy, yaitu: al-'Abbas bin 'Abdil Muththalib (paman beliau), Umayyah bin Khalaf al-Jumahi, dan Shafwan bin Umayyah, yang semuanya adalah orang2 kafir. Pada saat itu Nabi saw. sedang menghormat mrk dan mengajak mrk untuk memeluk Islam. Tiba2 datanglah 'Abdullah bin Ummi Maktum seraya berkata, Ya Rasulullah, ajarilah saya apa yg telah diajarkan Allah Ta'ala kpd mu. Nabi saw. pun mamalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum lantaran sibuk dgn ketiga pembesar itu. Sehubungan dgn peristiwa itulah turun ayat, 'abasa wa tawallaa.

۞ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ ۞
(80:3) "Wa maa yudriika" (tahukah kamu), hai Muhammad! "La'allahuu" (barangkali ia), yakni orang tuna netra itu. "Yazzakkaa" (hendak menyucikan diri), yakni membersihkan diri.

۞ أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ ۞
(80:4) "Au yadz-dzakkaru" (atau ia (hendak) menyimak nasihat), yakni hendak mengambil pelajaran dari al-Quran. "Fa tanfa'ahudz dzikroo" (lalu nasihat itu bermanfaat baginya), yakni pelajaran dari al-Quran itu bermanfaat baginya.

۞ أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ ۞
(80:5) "Ammaa manistaghnaa" (adapun orang yg merasa cukup), yakni orang yg merasa dirinya cukup dari Allah Ta'ala. Yang dimaksud adalah ketiga pembesar Quraisy. [Yaitu orang2 kafir yg sedang duduk bersama Nabi SAW]

۞ فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ ۞
(80:6) "Fa anta lahuu tashoddaa" (maka kamu berkenan menghadapinya), yakni kamu menghadapkan muka kpd mrk. [Tidak bermuka masam kpd mrk sebagaimana sikap Nabi yg khilaf kpd 'Ibnu Ummi Maktum orang buta yg datang kpd beliau ketika itu]

۞ وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ ۞
(80:7) "Wa maa 'alaika allaa yazzakkaa" (padahal tidaklah kamu berdosa jika ia tidak mau menyucikan diri), yakni apabila ketiga pembesar Quraisy itu tidak mau bertauhid.

۞ وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ ۞
(80:8) "Wa ammaa man jaa-aka yas'aa" (namun, terhadap orang yg datang kpd mu serta berusaha), yakni bersegera kpd kebaikan.

۞ وَهُوَ يَخْشَىٰ ۞
(80:9) "Wa huwa yakhsyaa" (dan ia takut) kpd Allah Ta'ala lagi seorang Muslim. Sebelum peristiwa ini 'Ibnu Ummi Maktum sudah memeluk Islam.

۞ فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ ۞
(80:10) "Fa anta 'anhu" (maka kamu terhadapnya), hai Muhammad! "Talahhaa" (bersikap acuh tak acuh), yakni berpaling (darinya) dan sibuk dgn ketiga pembesar Quraisy.

۞ كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۞
(80:11) "Kallaa" (janganlah begitu), yakni janganlah berbuat spt itu! Janganlah kamu menghadapi orang2 yg merasa dirinya tidak membutuhkan Allah Ta'ala seraya berpaling dari orang yg takut kpd Allah Ta'ala. Alhasil, sesudah peristiwa itu Nabi saw. pun memuliakan Ibnu Ummi Maktum dan bersikap baik kpd nya. "Innahaa" (sesungguhnya ia), yakni, surah ini. Tadzkirah (merupakan peringatan) dari Allah Ta'ala bagi orang kaya dan orang fakir.


​​​​​ ۞ فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ ۞
(80:12) "Fa man syaa-a dzakaroh" (barangsiapa mau, tentulah ia akan memperhatikannya), yakni barangsiapa Dikehendaki Allah Ta'ala mau mengambil pelajaran, niscaya ia pun akan mengambil pelajaran.

۞ فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ ۞
(80:13) "Fii shuhufin" (yang terdapat di dalam suhuf-suhuf), yakni al-Quran termaktub di dalam kitab2 semenjak Adam. "Mukarromah" (yg dimuliakan) dalam Pandangan Allah Ta'ala.

۞ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ ۞
(80:14) "Marfuu'atin" (yang ditinggikan), yakni yg kedudukannya ditinggikan di langit. "Muthohharoh" (lagi disucikan) dari segala noda dan kesyirikan.

۞ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ ۞
(80:15) "Bi aidii safaroh" (di tangan para [malaikat] pencatat).

۞ كِرَامٍ بَرَرَةٍ ۞
(80:16) "Kiroomin" (yang mulia), yakni mereka mulia dalam Pandangan Allah Ta'ala dan berserah diri. "Baroroh" (lagi berbakti), yakni dapat dipercaya. Mereka adalah Malaikat Hafazhah, penghuni langit terdekat.

​​​​​ ۞ قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ ۞
(80:17) "Qutilal insaanu" (terlaknatlah manusia), yakni terlaknatlah manusia yg kafir itu: 'Utbah bin Abi Lahb. "Maa akfaroh" (apa yg mendorongnya kpd kekufuran), yakni apa yg membuatnya kafir kpd Allah Ta'ala dan kpd ayat al-Quran, "wan najmi , idzaa hawaa" (Demi bintang ketika terbenam [Q.S. 53 an-Najm: 1]). Menurut satu pendapat, alangkah hebat kekafirannya.

۞ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۞
(80:18) "Min ayyi syai-in kholaqoh" (dari apakah ia diciptakan), yakni maka hendaklah ia merenungkan dalam dirinya, dari apakah ia diciptakan sbg makhluk. Kemudian Allah Ta'ala Menjelaskan.

۞ مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ ۞
(80:19) "Min nuthfah , kholaqohuu" (dari nutfah, Dia Menciptakannya) sbg makhluk hidup. "Fa qoddaroh" (lalu menentukannya), yakni menentukan penciptaannya terdiri atas dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga, dan seluruh anggota badan lainnya.

۞ ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ ۞
(80:20) "Tsummas sabiila yassaroh" (kemudian Dia Memudahkan jalan keluar baginya) , yakni Dia telah Menjelaskan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan. Menurut satu pendapat, memudahkan jalan keluar pada rahim (untuk bayi) yg disertai tali pusar.

۞ ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ ۞
(80:21) "Tsumma amaatahuu" (kemudian Dia Mematikannya) sesudah itu. "Fa aqbaroh" (lalu menetapkan kuburnya), yakni lalu memerintahkan agar menguburnya.

۞ ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ ۞
(80:22) "Tsumma idzaa syaa-a ansyaroh" (kemudian, apabila Dia Menghendaki, Dia pun Menghidupkannya kembali), yakni membangkitkannya dari kubur.

۞ كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ ۞
(80:23) "Kallaa" (janganlah begitu), yakni sungguh, hai Muhammad! "Lammaa yaqdli maa amaroh" (sesungguhnya ia [manusia] belum menunaikan apa-apa yg telah Dia Perintahkan kepadanya), yakni tauhid dan lain sebagainya yg Diperintahkan Allah Ta'ala kepadanya.

---------------------------------------------------

Tafsir: Ibn Abbas, Penerbit Diponegoro.
Arabic: www.mosquelife.com.
http://m.facebook.com/groups/alqurantafsir
# Alhamdulillah

Sabtu, Februari 02, 2013

Tafsir Al-Quran Surat An Nas 114:1-6 (of 6)

{Ta'awudz}
​​​​​ ۞ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ ۞

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۞
(114:1) Qul a'uudzu" (katakanlah, Aku berlindung), yakni katakanlah, hai Muhammad, aku mencari perlindungan. Pendapat lain, aku memohon perlindungan. "Bi Robbin naas" (kpd Robb manusia), yakni kpd Tuhan seluruh jin dan manusia.

مَلِكِ النَّاسِ ۞ إِلَٰهِ النَّاسِ ۞
(114:2) "Malikin naas" (Raja manusia), yakni Raja seluruh jin dan manusia. (114:3) "Ilaahin naas" (Tuhan manusia), yakni Pencipta seluruh jin dan manusia.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۞
(114:4) "Min syarril waswaasi" (dari kejahatan si pembisik), yakni setan. "Al-khonnaas" (yg biasa bersembunyi).

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۞
(114:5) "Alladzii" (yang) apabila Disebut Nama Allah, ia bersembunyi dan menutupi dirinya. Namun, apabila tidak Disebut Nama Allah... "Yuwaswisu fii shuduurin naas" (membisikkan ke dalam dada2 manusia), yakni ke dalam dada2 makhluk.

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۞
(114:6) "Minal jinnati wan naas" (dari [kalangan] jin dan manusia), yakni ia membisikkan ke dalam dada jin sebagaimana ia membisikkannya ke dalam dada manusia.

Surah al-Falaq dan an-Naas diturunkan berhubungan dgn Labid bin al-A'sham, seorang Yahudi yg pernah menyihir Nabi saw.. Lalu Nabi saw. membacakan kedua surah ini untuk menghancurkan sihirnya. Alhasil, Allah Ta'ala pun Menghilangkan pengaruh sihir itu dari beliau

---------------------------------------
Tafsir: Ibn Abbas, Penerbit Diponegoro.
Arabic: www.mosquelife.com.
http://tjandrakurniawan.blogspot.com.
# Alhamdulillah

Al-Quran Tafsir S. An Najm 53:41-62 (of 62) #3

[Ta'awudz]
۞ بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ ۞
۞ ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ ۞
(53:41) "Tsumma yujzaahul jazaa-al aufaa" (kemudian akan diberikan balasan kepadanya dgn balasan yg paling sempurna), yakni dgn balasan yg paling berlimpah [kpd org2 yg bersedekah]: kebaikan dibalas dgn kebaikan dan keburukan dibalas dgn keburukan.

۞ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ ۞
(53:42) "Wa anna ilaa robbikal muntahaa" (dan bahwa hanya kpd Robb-mulah kesudahan [segala sesuatu]), yakni tempat kembali semua makhluk sesudah mati, dan juga tempat kembali mereka di akhirat.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ ۞
(53:43) "Wa annahuu huwa adl-haka" (dan bahwa Dia-lah yg Menjadikan tertawa) penghuni surga berkat kemuliaan yg membuat mrk merasa senang. "Wa abkaa" (dan menangis) penghuni neraka karena kehinaan yg membuat mrk berduka.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا ۞
(53:44) "Wa annahuu huwa amaata" (dan bahwa Dia-lah yg Mematikan) di dunia. "Wa ahyaa" (dan Menghidupkan) untuk kebangkitan. Menurut yg lain, mematikan bapak dan menghidupkan anak.

۞ وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ ۞
(53:45) "Wa annahuu kholaqoz zaujaini" (dan bahwa Dia telah Menciptakan berpasang-pasangan), yakni dua jenis. "Adz-dzakaro wal untsaa" (laki-laki dan perempuan).

۞ مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ ۞
(53:46) "Min nuthfatin idzaa tumnaa" (dari air mani apabila dipancarkan), yakni yg ditumpahkan ke dalam rahim. Menurut yg lain, apabila diciptakan.

۞ وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ ۞
(53:47) "Wa anna 'alaihin nasy-atal ukhroo" (dan bahwa Dia-lah yg Menetapkan kejadian yg lain), yakni penciptaan yg lain dgn adanya kebangkitan.

۞ أَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ ۞
(53:48) "Wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan), yakni Dia tidak Membutuhkan Makhluk-Nya. "Wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan), yakni Makhluk-Nya membutuhkan Diri-Nya.

Menurut satu pendapat, "wa annahuu huwa aghnaa", yakni bahwa Dia-lah yg Memberikan kesenangan kpd Makhluk-Nya; "wa aqnaa", yakni dan membuatnya puas.

Ada yg berkata, "wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan) berupa harta; "wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan), yakni Memberikan kepuasan dgn apa yg Dia Berikan.

Dan ada pula yg berpendapat, "wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan) berupa emas dan perak; "wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan) dgn unta, sapi, dan kambing.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ ۞
(53:49) "Wa annahuu huwa robbusy syi'roo" (dan bahwa Dia-lah Rabb [yg memiliki] bintang syi'ro), yaitu bintang yg mengikuti Gemini. Bintang tsb biasa disembah oleh kabilah Khuza'ah.

۞ وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ ۞
(53:50) "Wa annahuu ahlaka 'aadanil uulaa" (dan bahwa Dia-lah yg telah Membinasakan kaum 'Ad yg pertama), yakni kaum Hud.

۞ وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ ۞
(53:51) "Wa tsamuuda" (dan kaum Tsamud), yakni kaum Nabi Shalih. "Fa maa abqoo" (maka tak seorang pun yg Ditinggalkan-Nya), yakni maka Dia tidak Menyisakan seorang pun dari mereka.[DibinasakanNya juga seperti kaum Hud]

۞ وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ ۞
(53:52) "Wa qoumu nuuhin" (dan kaum Nuh), yakni Dia telah Membinasakan kaum Nabi Nuh. "Ming qobl" (sebelum itu), yakni sebelum kaum Nabi Shalih. "Innahum" (sesungguhnya mereka), yakni kaum Nabi Nuh. "Kaanuu hum azhlama" (adalah orang2 yg paling zalim), yakni paling hebat kekafirannya. "Wa ath-ghoo" (dan paling durhaka), yakni paling hebat kedurhakaan dan kemaksiatannya.

۞ وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ ۞
(53:53) "Wal mu'tafikata ahwaa" (dan negeri-negeri kaum Luth yg telah Dihancurkan-Nya), yakni Dia juga telah Membinasakan negeri-negeri kaum Luth, yaitu: Sodum, Shadum, 'Amura, dan Shawaim. Al-mu'tafikatu berarti yg dibenamkan (i'tafaka berarti membenamkan). Dan kata ahwaa berarti jatuh dari langit ke bumi.

۞ فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ ۞
(53:54) "Fa ghasys-yaahaa maa ghasy-syaa" (kemudian Dia Menutupi negeri itu dgn apa yg menutupi), yakni batu.

۞ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ۞
(53:55) "Fa bi ayyi aalaa-i robbika" (maka terhadap Nikmat Rabb-mu yg manakah), yakni terhadap Nikmat Rabb-mu yg manakah, hai manusia! "Tatamaaroo" (kamu ragu-ragu), yakni kamu ingkar bahwa nikmat tersebut bukan dari Allah Ta'ala.

۞ هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ ۞
(53:56) "Haadzaa nadziirun" (ini adalah seorang pemberi peringatan), yakni Muhammad saw. adalah seorang rasul yg menyampaikan ancaman. "Minan nudzuril uulaa" (di antara pemberi2 peringatan yg terdahulu), yakni sebagaimana rasul2 terdahulu yg telah Kami Utus kpd kaum mereka. Ada yg berkata, yakni seorang rasul di antara rasul2 yg terdahulu, mereka termaktub dalam Lauh Mahfuzh akan diutus kpd kaum mereka.

۞ أَزِفَتِ الْآزِفَةُ ۞
(53:57) "Azifatil aazifah" (hari kiamat telah dekat), yakni terjadinya kiamat telah dekat.

۞ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ ۞
(53:58) "Laisa lahaa" (tak ada untuknya) yakni tentang terjadinya hari kiamat. "Min duunillaahi kaasyifah" (selain Allah, yg menyatakan hal itu), yakni yg menjelaskan kapan dan bagaimana kiamat itu terjadi.

۞ أَفَمِنْ هَٰذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ ۞
(53:59) "A fa min haadzal hadiitsi" (maka apakah terhadap pemberitaan ini), yakni apakah terhadap al-Quran yg dibacakan oleh Muhammad kpd kalian, hai penduduk Mekah. "Ta'jabuun" (kalian merasa heran), yakni kalian mengolok-olok? Ada yg menyatakan, kalian mendustakan?

۞ وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ ۞
(53:60) "Wa tadlhakuuna" (dan kalian menertawakan), yakni kalian mengejek atau mencemooh. "Wa laa tabkuun" (dan tidak menangis) karena larangan, ancaman, dan (hal-hal) menakutkan yg terkandung di dalamnya.

۞ وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ ۞
(53:61) "Wa antum saamiduun" (sedang kalian melengahkan), yakni melalaikannya dan tidak beriman (padanya).

۞ ۩ فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩ ۞
*****Ayat Sajadah*****
(53:62) "Fasjuduu lillaahi" (karena itu, bersujudlah kalian kpd Allah), yakni tunduklah kalian kpd Allah Ta'ala dgn bertauhid dan bertobat. "Wa' buduu" (dan beribadahlah), yakni hendaklah kalian mengesakan Allah Ta'ala, sebab kiamat sungguh semakin dekat.

---------------------------------------------------

Group Alquran Tafsir:
https://m.facebook.com/groups/alqurantafsir
# Alhamdulillah

Al-Quran Tafsir S. An Najm 53:41-62 (of 62) #3

[Ta'awudz]
۞ بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ ۞
۞ ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ ۞
(53:41) "Tsumma yujzaahul jazaa-al aufaa" (kemudian akan diberikan balasan kepadanya dgn balasan yg paling sempurna), yakni dgn balasan yg paling berlimpah [kpd org2 yg bersedekah]: kebaikan dibalas dgn kebaikan dan keburukan dibalas dgn keburukan.

۞ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ ۞
(53:42) "Wa anna ilaa robbikal muntahaa" (dan bahwa hanya kpd Robb-mulah kesudahan [segala sesuatu]), yakni tempat kembali semua makhluk sesudah mati, dan juga tempat kembali mereka di akhirat.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ ۞
(53:43) "Wa annahuu huwa adl-haka" (dan bahwa Dia-lah yg Menjadikan tertawa) penghuni surga berkat kemuliaan yg membuat mrk merasa senang. "Wa abkaa" (dan menangis) penghuni neraka karena kehinaan yg membuat mrk berduka.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا ۞
(53:44) "Wa annahuu huwa amaata" (dan bahwa Dia-lah yg Mematikan) di dunia. "Wa ahyaa" (dan Menghidupkan) untuk kebangkitan. Menurut yg lain, mematikan bapak dan menghidupkan anak.

۞ وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ ۞
(53:45) "Wa annahuu kholaqoz zaujaini" (dan bahwa Dia telah Menciptakan berpasang-pasangan), yakni dua jenis. "Adz-dzakaro wal untsaa" (laki-laki dan perempuan).

۞ مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ ۞
(53:46) "Min nuthfatin idzaa tumnaa" (dari air mani apabila dipancarkan), yakni yg ditumpahkan ke dalam rahim. Menurut yg lain, apabila diciptakan.

۞ وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ ۞
(53:47) "Wa anna 'alaihin nasy-atal ukhroo" (dan bahwa Dia-lah yg Menetapkan kejadian yg lain), yakni penciptaan yg lain dgn adanya kebangkitan.

۞ أَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ ۞
(53:48) "Wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan), yakni Dia tidak Membutuhkan Makhluk-Nya. "Wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan), yakni Makhluk-Nya membutuhkan Diri-Nya.

Menurut satu pendapat, "wa annahuu huwa aghnaa", yakni bahwa Dia-lah yg Memberikan kesenangan kpd Makhluk-Nya; "wa aqnaa", yakni dan membuatnya puas.

Ada yg berkata, "wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan) berupa harta; "wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan), yakni Memberikan kepuasan dgn apa yg Dia Berikan.

Dan ada pula yg berpendapat, "wa annahuu huwa aghnaa" (dan bahwa Dia-lah yg Memberikan kekayaan) berupa emas dan perak; "wa aqnaa" (dan Memberikan kecukupan) dgn unta, sapi, dan kambing.

۞ وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ ۞
(53:49) "Wa annahuu huwa robbusy syi'roo" (dan bahwa Dia-lah Rabb [yg memiliki] bintang syi'ro), yaitu bintang yg mengikuti Gemini. Bintang tsb biasa disembah oleh kabilah Khuza'ah.

۞ وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ ۞
(53:50) "Wa annahuu ahlaka 'aadanil uulaa" (dan bahwa Dia-lah yg telah Membinasakan kaum 'Ad yg pertama), yakni kaum Hud.

Group Alquran Tafsir:
https://m.facebook.com/groups/alqurantafsir
# Alhamdulillah